Thursday, April 28, 2011

Charlie And The Chocolate Factory

 hmm, maaf lama aku nggak posting :D padahal lagi waktunya libur lho. aku lagi males banget deh kemarin posting :p belum sempat mendapat inspirasi saya ini :D #huuu... yasudah, ayo kita mulai sajaaa :D

kutipan ini aku ambil dari blog orang hehe :D mohon maklum yaaa :D #peace..
CHARLIE AND THE CHOCOLATE FACTORY

Film yang diadaptasi dari film Willy Wonka and The Chocolate factory ini menceritakan tentang betapa pentingnya keluarga untuk kita. Cerita dari Charlie and The Chocolate Factory dan Willy Wonka and The Chocolate Factory memang tidak jauh beda. Bisa dikatakan tidak ada perbedaan sama sekali. Film ini diawali dari sebuah perusahaan coklat terbesar yang sudah lama tutup dikarenakan resep rahasia perusahaan tersebut dicuri oleh mata-mata pembuat coklat lain yang iri dengan Willy Wonka, pengusaha coklat sukses tersebut. Karena hal tersebut, tuan Willy harus menutup perusahaannya dan memecat seluruh pegawainya. Tapi, entah kenapa setelah kejadian itu, dari luar perusahaan coklat tersebut sering terdengar suara mesin yang sedang dioperasikan. Padahal tidak ada satu pun pegawai di dalam perusahaan tersebut, karena seluruh pegawai telah dipecat dan gerbang perusahaan itu pun tak pernah terbuka lagi sejak kejadian itu. Bungkusan coklat pun sudah berada di luar perusahaan dengan alamat yang telah ditujukan setiap harinya. Ini adalah sebuah misteri! Begitulah yang diceritakan oleh kakek Charlie yang merupakan mantan pegawai dari perusahaan Wonka tersebut.
                                                         #Willy Wonka

Charlie Bucket adalah anak dari sepasang suami istri yang kehidupannya amatlah pas-pasan. Suatu hari, tersiar kabar bahwa Willy Wonka menciptakan 5 produk coklat berhadiah yang akan dipasarkan ke seluruh dunia. Namun, kelima coklat ini dipisahkan satu sama lainnya. 5 anak tentunya akan mendapatkan 5 coklat tersebut. Di dalam kelima coklat wonka tersebut, terdapat sebuah Golden ticket. Siapa yang mendapatkan golden ticket itu, maka ia berhak untuk mengunjungi dan memasuki perusahaan wonka yang luar biasa menakjubkan tersebut. Namun, 5 coklat yang berisi 5 golden ticket tersebut akan dikirim secara terpisah dan acak. Sehingga tak seorang pun yang mengetahui di coklat mana golden ticket berada.

                                       #rumah Keluarga Charlie (sampe miring gitu sih rumahnya :o)

                                                      #Coklat Batangan Wonka (aku mau :3)

                                          #Golden Ticket Wonka

Semua orang ingin mendapatkan golden ticket. Sehinggga mereka membeli coklat wonka sebanyak-banyaknya agar kesempatan mereka untuk mendapatkan golden ticket menjadi lebih luas. Termasuk Charlie, ia ingin sekali mengunjungi perusahaan coklat wonka dengan mendapatkan golden ticket. Tapi, ia hanyalah seorang anak yang miskin. Ia tidak dapat membeli coklat wonka tersebut. Ia hanya bisa mendapatkan satu batang coklat wonka apabila ia sedang berulang tahun. Karena setiap Charlie ulang tahun, orang tua Charlie hanya mampu memberikan hadiah berupa satu batang coklat wonka. Untung saja, sebentar lagi adalah hari dimana Charlie berulang tahun. Telah tersiar kabar bahwa Golden tiket pertama telah ditemukan. Kesempatan Charlie sekarang telah berkurang satu.

Hari ulang tahun Charlie pun tiba. Tapi, tidak ada pesta di rumah Charlie. Hanya ucapan selamat dari kedua orang tuanya dan kedua nenek serta kedua kakeknya dengan hadiah sebatang coklat wonka. Walau demikian, ia sangat senang. Ia segera membuka sebatang coklat wonka tersebut dan berharap di dalamnya ada golden ticket. Dengan hati-hati ia membukanya. Tapi, tidak ada yang namanya golden ticket didalamnya. Charlie pun sangat sedih. Ia hanya bisa mendapatkan sebatang coklat wonka saat ia ulang tahun. Tidak mungkin ia harus menunggu sampai tahun depan untuk mendapatkan sebatang coklat wonka. Jadi, tidak ada harapan lagi bagi Charlie untuk berkunjung ke perusahaan wonka. Sudah tersiar kabar bahwa golden ticket kedua, ketiga, dan keempat sudah ditemukan. Sekarang hanya ada satu golden ticket yang belum ditemukan oleh siapa pun.

Harapan Charlie muncul kembali saat salah satu kakeknya, bersedia memberikan uang simpanannya untuk Charlie. Betapa senangnya Charlie. Akhirnya ia dapat membeli satu coklat wonka lagi. Awalnya, Charlie tidak ingin menerima uang itu. Tapi, karena ketulusan kakeknya, ia dapat menerima uang itu. Ia segera berlari ke toko terdekat untuk membeli coklat wonka. Charlie pun mendapat sebatang coklat wonka dan segeras membawanya pulang. Setibanya di rumah, ia segera membuka coklat tersebut bersama kakeknya. Betapa sedihnya dia setelah mengetahui tidak ada golden ticket di dalam coklat tersebut. Tapi, ia tetap semangat. Ia sadar bahwa dirinya adalah orang miskin yang tidak mungkin pergi ke perusahaan coklat wonka tersebut.

Charlie pun pergi ke depan gerbang perusahaan coklat wonka yang tidak jauh dari rumahnya. Ia menatap perusahaan tersebut. Orang-orang pun telah membicarakan tentang golden ticket terakhir yang sudah ditemukan. Ia pun pulang dengan hati yang menangis dan kepala tertunduk menyesali nasibnya. Ia bertjalan pulang. Saat diperjalanan pulang, ia melihat uang yang tertutupi oleh salju. Ia segera mengambilnya dan segera pergi ke toko coklat wonka. Ia berharap ada keajaiban sehingga ia mendapatkan golden ticket yang terakhir. Saat ditoko coklat wonka, ia mendengar bahwa golden ticket terakhir telah dipalsukan oleh seseorang. Sehingga, golden ticket terakhir masih ada dan belum didapatkan oleh siapa pun. Harapan Charlie pun datang kembali.

Setelah membeli coklat itu, ia segera membukanya di toko tersebut dengan cepat. Ternyata.... Wow...!!! Golden ticket terakhir berhasil ia temukan. Ia sangat gembira. Banyak orang-orang menawarinya untuk menukar golden ticket tersebut dengan uang. Tapi Charlie tidak mau. Ia segera berlari menuju rumahnya. Ia pun mengabarkan hal itu ke keluarganya. Tapi, Charlie sempat ragu apakah dia ingin pergi ke perusahaan coklat wonka? atau dia ingin menjual golden ticket tersebut. Charlie pun memilih untuk menjual Golden ticket tersebut. Tapi, keluarga Charlie melarangnya untuk menjual Golden ticket tersebut. "Golden tiket ini hanya satu di dunia sedangkan uang ada dimana-mana dan dapat dicari. Tapi, Golden ticket ini hanya ada saat ini dan satu kali ini saja." jelas kakek Charlie. Charlie pun sadar dan ia akan pergi ke perusahaan coklat wonka sesuai dengan jadwal yang dijanjikan oleh tuan willy lewat siaran televisi.

                                          #Ekspresi Charlie mendapat Golden Ticket
Keesokan harinya, Charlie datang bersama kakeknya ke perusahaan coklat wonka. Ia membawa kakeknya karena hal itu merupakan sayarat untuk datang ke perusahaan tersebut yaitu dengan membawa satu pendamping. Kakek Charlie lah yang bersedia untuk menemani Charlie pergi ke perusahaan coklat tersebut. Sesamapai di perusahaan, Charlie melihat keempat anak lain bersama pendampingnya yang mendapatkan golden ticket. Berikut adalah gambar dari kelima anak yang mendapatkan Golden ticket:

5 pemenang Golden Tiket itu adalah, yang pertama menemukan yaitu Agustus Gloop, seorang anak yang sangat rakus dan pastinya kalo udah rakus tentunya gendut kan? Seteleah si Agustus, yang kedua adalah Veruca Salt, seorang anak manja yang semua yang dia pengen tu selaluu diturutin sama ayahnya aww :3. Yang ketiga adalah Violet Beauregarde, seorang anak yang sangat ambisius dan Pemenang makan permen karet :O. Ini dia yang keempat, Mike Teeve, seorang anak yang merasa paling pintar dari yang lainnya. Jadi tinggal 1 lagi Golden Ticket yang tersisa, kira-kira siapa yang nemuin hayooo :D yang nemuin Golden Ticket terakhir adalah Charlie Bucket seorang anak yang kehidupannya bersama keluarganya itu sangat pas-pasan.

Di dalam pabrik tersebut, Charlie melihat keajaiban-keajaiban dalam pembuatan Wonka’s Chocolate. Mulai dari ruang cokelat, dimana terdapat lembah dengan air terjun pengaduk cokelat, pohon-pohon dan rumput permen yang bisa dimakan, dan sungai cokelat. Mereka juga diberitahu tentang Oompa-Loompa, manusia kecil yang didatangkan dari pulau Loompa untuk menjadi pekerja di Wonka’s Factory. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan melalui sungai cokelat dengan perahu naga merah muda yang terbuat dari permen. Ruang berikutnya yaitu Ruang Penciptaan, tempat Mr. Wonka mengolah ciptaan terbarunya seperti Penyumpal Mulut Abadi dan Permen Rambut. Mr. Wonka juga menunjukkan mesin permen karet yang bisa membuat permen dengan rasa tiga macam makan malam. Selanjutnya Mr. Wonka memperlihatkan Ruang Kacang yang isinya tupai-tupai terlatih yang sedang mengupas kacang kenari. Dan yang terakhir adalah Ruang Cokelat Televisi, sebuah ruang percobaan untuk mengirim cokelat melalui televisi.
Tak disangka, hanya tinggal Charlie, anak yang tersisa. Keempat anak lainnya, gugur satu persatu dalam perjalanan karena tidak menaati aturan Willy Wonka. Dan sesuai janjinya Mr. Wonka pun memberikan hadiah kejutannya pada Charlie yaitu pabrik cokelat miliknya.
Alur cerita dalam film ini memang tidak jauh dengan novelnya. Namun ada bagian cerita yang digubah untuk beradaptasi dengan keadaan masyarakat saat ini.. Misalnya latar belakang Willy Wonka diceritakan melalui ingatan-ingatannya yang berkelebat ketika mengantar anak-anak tersebut tour di dalam pabrik cokelat. Willy Wonka yang dalam novelnya hanya seorang pemilik pabrik cokelat besar yang jenius, dalam film ini dikisahkan mempunyai pengalaman kecil yang buruk. Ia adalah seorang anak dokter gigi yang selalu dilarang memakan permen dan cokelat. Hingga akhirnya Wonka kecil memutuskan untuk pergi dari rumah dan menemukan bakatnya sebagai pembuat cokelat yang jenius. Tentu saja penambahan ini tidak sia-sia karena dengan demikian tokoh Willy Wonka tidak hanya menjadi permen dalam cerita. Tapi juga manusia yang mempunyai konflik kehidupan. Dengan menghilangkan sifat “peri” pada Willy Wonka, film ini tidak lagi sekedar fantasi yang mengumbar imajinasi tapi juga rasionalitas cerita.
Hal lain yang didaptasi yaitu gambaran pakaian Oompa-Loompa. Dalam novelnya Mr. Wonka mengatakan bahwa para Oompa-Loompa ngotot untuk terus memakai kulit rusa sebagai pakaiannya. Dalam film Oompa-Loompa memakai pakaian beraneka ragam di setiap ruangnya. Pakaian tersebut bahkan sangat futuristik sehingga sangat keluar dari imajinasi novel tersebut. Lagu-lagu yang dinyanyikan oompa-Loompa pun sangat bernuansa kekinian dengan bit-bit elektrik. Kesan “kuno” pada Oompa-Loompa yang sebenernya manusia cebol ini hilang. Keajaiban pabrik cokelat Willy Wonka pun tidak lagi terkesan magis, namun sebuah inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tokoh Mike Teeve yang dalam novelnya digambarkan sebagai pecandu televisi. Dalam film ini lebih digambarkan sebagai pecandu games dan anak yang merasa paling pintar. Ketika wartawan menemuinya karena ia mendapatkan tiket emas. Ia tidak sedang menonton televisi, tetapi bermain games sejenis Play Sation. Ia juga tidak lagi menenteng-nenteng pistol mainannya ketika mendatangi pabrik cokelat. Perubahan mainan milik Mike Teeve tentu saja merupakan usaha untuk mengadaptasi cerita Charlie And The Chocolate Factory ke dalam dunia anak masa kini. Akhirnya, Mike Teeve yang mengecil dalam televisi bukan lagi disebabkan karena ia gila televisi tetapi karakternya yang sok pintar sehingga tidak percaya dengan semua omongan Willy Wonka. Dengan demikian pula film ini tidak lagi menjudge televisi sebagai media perusak, tetapi lebih menekankan pada karakter yang merusak.
Perubahan pada ending cerita ini justru yang paling menarik. Charlie tidak langung begitu saja menerima hadiah Willy Wonka untuk menjadi penerus pabriknya. Karena Willy Wonka membenci ayahnya, ia tidak menginginkan kehadiran keluarga Charlie dalam pabriknya. Disinilah konflik nilai bermain, Charlie yang selalu susah dalam kehidupannya menghadapi dua pilihan yang sama-sama diinginkannya, menjadi penerus pabrik tersebut atau bersama keluarganya.
Charlie akhirnya lebih memilih keluarganya. Ayahnya mendapat pekerjaan lagi dan kehidupan mereka membaik walau tetap miskin. Willy Wonka menyadari betapa pentingnya keluarga dan ia pun hidup bersama keluarga Bucket. Walaupun akhirnya Charlie tetap menjadi penerus pabrik Willy Wonka.


ya segitu ajadeh postinganku :)
thanks for read~

No comments: